Fiqih

Pengertian Fiqih
Firman Allah dalam QS At Taubah [9] : 123;
“Maka apakah tidak lebih baik dari tiap-tiap kelompok segolongan manusia untuk ber “tafaqquh” (memahami fiqih) dalam urusan agama dan untuk memberi peringatan kaumnya bila mereka kembali; mudah-mudahan kaumnya dapat berhati-hati (menjaga batas perintah dan larangan Allah).”

FiqihHadits Nabi :
“Barangsiapa dikehendaki oleh Allah akan diberikannya kebajikan dan keutamaan, niscaya diberikan kepadanya “ke-faqih-an” (memahami fiqih) dalam urusan agama.” (HR. Bukhari-Muslim).

Menurut bahasa “fiqih” berasal dari kata faqiha-yafqahu-fiqihan yang berarti mengerti atau paham berarti juga paham yang mendalam. Dari sinilah ditarik perkataan fiqih, yang memberi pengertian kepahaman dalam hukum syariat yang sangat dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Jadi, Fiqih adalah ilmu untuk mengetahui hukum Allah yang berhubungan dengan segala amaliah mukallaf baik yang wajib, sunah, mubah, makruh atau haram yang digali dari dalil-dalil yang jelas (tafshili).
Definisi fiqih secara umum, ialah suatu ilmu yang mempelajari bermacam-macam syariat atau hokum islam dan berbagai macam aturan hidup bagi manusia, baik yang bersifat individu maupun yang berbentuk masyarakat sosial.

Pengertian Ushul Fiqih
Produk ilmu fiqih adalah “fiqih”. Sedangkan kaidah-kaidah istinbath (mengeluarkan) hukum dari sumbernya dipelajari dalam ilmu “Ushul Fiqih”. Jika fiqih adalah paham mengenai sesuatu sebagai hasil dari kesimpulan pikiran manusia. Maka ushul fiqih adalah dasar yang dipakai oleh pikiran manusia untuk membentuk hukum yang mengatur kehidupan manusia sebagai anggota masyarakat.

Menurut Prof. Dr. TM. Hasbi Ash Shiddieqy, definisi ushul fiqih adalah kaidah-kaidah yang dipergunakan untuk mengeluarkan hukum dari dalil-dalilnya, dan dalil-dalil hukum (kaidah-kaidah yang menetapkan dalil-dalil hukum)

Aqidah

Definisi ‘Aqidah
ikatan-aqidahAqidah (اَلْعَقِيْدَةُ) menurut bahasa Arab (etimologi) berasal dari kata al-‘aqdu (الْعَقْدُ) yang berarti ikatan, at-tautsiiqu(التَّوْثِيْقُ) yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu (اْلإِحْكَامُ) yang artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu biquw-wah (الرَّبْطُ بِقُوَّةٍ) yang berarti mengikat dengan kuat.[1]

Sedangkan menurut istilah (terminologi): ‘aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya.

Jadi, ‘Aqidah Islamiyyah adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid[2] dan taat kepada-Nya, beriman kepada Malaikat-malaikat-Nya, Rasul-rasul-Nya, Kitab-kitab-Nya, hari Akhir, takdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang telah shahih tentang Prinsip-prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma’ (konsensus) dari Salafush Shalih, serta seluruh berita-berita qath’i (pasti), baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut Al-Qur-an dan As-Sunnah yang shahih serta ijma’ Salafush Shalih.[3]

Bahasa Arab

Kenapa harus belajar bahasa arab

 Allah Ta’ala berfirman:
 كِتَابٌ فُصِّلَتْ آيَاتُهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِقَوْمٍ يَعْلَمُوْنَ
“(Inilah) kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, (yakni) bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui.” (Q.S. Fushshilat: 3)
Karena Al-Qur`an kita yang mulia menggunakan bahasa Arab, sehingga dikatakan oleh Syaikhul Islam dalam bukunya: “Bahasa Arab merupakan syi’ar Islam dan penganutnya. Karena seluruh bahasa yang ada merupakan syi’ar umat-umat yang paling dominan, yang menjadikan mereka terbedakan dengan lainnya.
Bagaimana mungkin kita dapat memahami Al-Qur`an dan Hadits dengan baik, jika kita tidak mempelajari bahasa Al-Qur`an dan Hadits itu sendiri (yaitu bahasa Arab). Bukankah Allah telah memerintahkan kita untuk mentadaburi Al-Qur`an ? Allah berfirman :  أَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوْبٍ أَقْفَالُهَا
“Apakah mereka tidak mentadaburi Al-Qur`an ataukah hati-hati mereka telah terkunci?” (Q.S. Muhammad: 24).
Karena bahasa Arab merupakan bahasa yang paling utama, paling jelas dan gamblang, Allah Ta’ala berfirman:
 وَإِنَّهُ لَتَنْزِيْلُ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ۝ نَزَلَ بِهِ الرُّوْحُ الْأَمِيْنُ ۝ عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُوْنَ مِنَ الْمُنْذِرِيْنَ ۝ بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِيْنٍ
“Dan sesungguhnya Al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, ia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” (Q.S. Asy-Syu’araa: 192-195).
Asy-Syaikh Abdurrahman as-Si’diy –semoga Allah merahmatinya- mengatakan: “Dengan bahasa Arab yang jelas; yaitu seutama-utamanya bahasa, dengan bahasa orang yang diutus kepada mereka (Nabi Muhammad), untuk menyampaikan dakwah mereka secara menyeluruh; (bahasa Arab) merupakan bahasa yang nyata lagi jelas.”
Penguasaan bahasa Arab dengan baik, akan menjadikan kita mengetahui nilai keutamaan Al-Qur`an, ketinggian derajatnya, memahami sesuai dengan yang diinginkan oleh ayat Al-Qur`an, sehingga kita dapat memahami pula tujuan-tujuan dari syari’at yang mulia ini
Karena bahasa Arab merupakan bahasa penutup kenabian, sehingga dikatakan oleh Abu Manshur ats-Tsa’alibiy: “Barangsiapa yang mencintai Allah Ta’ala niscaya ia juga mencintai Rasul-Nya Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Barangsiapa mencintai Rasul-Nya yang berasal dari negeri Arab niscaya ia mencintai bangsa Arab. Barangsiapa yang mencintai bangsa Arab niscaya ia mencintai bahasa Arab; yang dengan bahasa tersebut turunlah sebaik-baik kitab yang paling utama  kepada orang-orang ajam (non Arab) dan Arab. Barangsiapa yang mencintai bahasa Arab niscaya ia memfokuskan perhatiannya, terus-menerus mempelajarinya dan memusatkan perhatiannya kepada bahasa tersebut.
Karena termasuk kesempurnaan ibadah shalat adalah dengan khusyuk dan memahami apa yang dibacanya, namun hal ini menjadi sulit untuk direalisasikan seseorang kecuali dengan adanya kemampuan berbahasa Arab. Ketika seseorang memahami arti dan maksud ayat yang dibacanya memungkinkan ia untuk mengulang-ulang ayat tersebut guna lebih meresapinya dan memperkuat perasaannya.
selamatdatang

Ahlan wa sahlan

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Segala puji bagi Allah Subhanahu wata’ala. Kita memuji, memohan pertolongan dan meminta ampun kepadaNya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri dan keburukan amal perbuatan. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah Subhanahu wata’ala maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan RasulNya.

Hanya kepada Allah saya memohan petunjuk, taufik serta kekuatan untuk selalu menjauhi laranganNya, untuk diri saya sendiri dan untuk segenap umat Islam. Dan mudah-mudahan Dia menjauhkan kita dari hal-hal yang diharamkan serta menjaga kita dari hal-hal yang buruk, sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia Maha Penyayang  di antara para penyayang.